Cina Awasi Pergerakan Jutaan Muslim Uighur di Xinjiang, Pakai Kamera Pengintai

Urumqi – Data sebuah perusahaan pengawas yang bekerjasama dengan pemerintah Cina bocor. Seorang pakar internet Belanda membongkar aktivitas pengawasan yang dilakukan perusahaan tersebut terhadap 2,5 juta lebih penduduk Xinjiang, wilayah yang dihuni mayoritas etnis muslim Uighur.Cina Awasi Pergerakan Jutaan Muslim Uighur di Xinjiang, Pakai Kamera Pengintai.

Pakar internet asal Belanda Victor Gevers, salah satu pendiri organisasi GDI Foundation, pertama kali mengungkap database milik SenseNets, perusahaan teknologi berbasis pendeteksi wajah. Data tersebut dibiarkan tak terlindungi selama berbulan-bulan, dan berisi informasi tentang nama, nomor kartu identitas, tanggal lahir, dan data lokasi.



Gevers membeberkan informasi tersebut melalui media sosial pada 13 februari 2019. Data yang terungkap menunjukkan 6,7 juta data titik lokasi terkait warga, yang dikumpulkan dalam waktu 24 jam. Lokasi-lokasi tersebut ditandai dengan “masjid”, “hotel”, “warung internet”, dan tempat-tempat lain yang terdeteksi oleh kamera pengintai.

“Ini sepenuhnya terbuka dan siapa pun tanpa otentikasi memiliki hak administratif penuh. Anda bisa masuk dalam database dan membuat, membaca, memperbarui, serta menghapus apa pun,” kata Gevers, seperti dikutip Reuters pada Ahad (17/02/2019).

SenseNets, menurut situs resminya, bekerja sama dengan polisi Cina di sejumlah kota. Perusahaan induknya adalah NetPosa Technologies yang terdaftar di Shenzhen, dan memiliki kantor perwakilan di sebagian besar wilayah Cina, termasuk Xinjiang.

SenseNets dan NetPosa belum memberikan tanggapn terkait temuan ini. Begitu pula dengan pihak berwenang Cina.


Wilayah Xinjiang merupakan tempat bagi jutaan etnis muslim Uighur. Temuan Gevers ini makin memperkuat bukti adanya tekanan yang dilakukan terhadap masyarakat di wilayah yang sebelumnya dikenal sebagai Turkistan Timur. Tindakan rezim Cina yang memasukkan etnis Uighur ke kamp konstrasi juga menjadi sorotan dunia.

Pemerintah Cina telah meningkatkan pengawasan ketat terhadap warga di Xinjiang dalam beberapa tahun terkahir. Pengawasan tersebut meliputi pemantauan sistem video dan teknologi pemantauan telepon pintar.

Gevers mengatakan sejak menemukan kelemahan sistem milik SenseNets, pihaknya segera memberitahukan kepada perusahaan pengawasan tersebut, sesuai aturan di GDI. Menurutnya, pihak SenseNets tidak merespons pemberitahuan itu, namun menurut pantauannya telah terlihat langkah-langkah sebagai upaya pengamanan database itu.

Sumber: Reuters
Editor: Imam S.

Baca Juga : Kelompok Hindu Bergerak, Tebar Ancaman Ke Pelajar Muslim Kashmir Di India

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel