Bocah 9 Tahun Meninggal karena Suara Keras Sound System


Siapa yang tidak mengetahui Sound System, pada umumnya banyak digunakan untuk menjadikan suara menjadi lebih keras. Nah terkadang kita suka kesel ketika ada tetangga yang memutar musik menggunakan Sound System dengan volume keras. Selain mengganggu kenyamanan, suara tersebut bisa membuat telinga kita berdengung atau jantung berdegup lebih kencang bahkan menyebabkan kematian. 


Dilansir dari detik.com, bocah berinisial KI ditemukan meninggal dunia di bawah sound system hajatan tetangga. Keluarga, tetangga dan juga dokter menduga jika anak berusia 9 tahun tersebut meninggal karena terkejut mendengar suara dari sound system.

Menurut spesialis jantung Dr dr Anwar Santoso, SpJP, FIHA, PHD, meninggal karena kaget mendengar suara dari sound system itu sangat mungkin. Namun pada umumnya kekagetan ini dipicu karena adanya penyakit dalam di tubuhnya. 


Salah satunya adalah gangguan jantung. Ia menuturkan kembali kalau penyakit jantung pada anak itu sangat jarang sekali terjadi. Pada umumnya, anak-anak menderita gangguan jantung karena ada penyakit bawaan dari lahir atau turunan orangtua. Jadi, suara keras bisa memicu jantung untuk berdetak tak karuan atau bahkan berhenti bekerja secara tiba-tiba.


Namun kecurigaan dokter semakin menguat dengan adanya beberapa fakta tentang bocah laki-laki ini. Dari keluarga dan tetangga menyebutkan jika anak ini ternyata mempunyai kebiasaan merokok yang tidak bisa dihentikan. Bahkan, merokok sudah jadi rutinitasnya sehari-hari. Apabila ia tidak diberi uang oleh sang ibu untuk membeli rokok, maka dirinya akan mengamuk sejadi-jadinya. 


Dari ulasan diatas memang Sound System bisa menjadi salah satu sebab kematian seseorang. Namun jelas ada faktor pendukung lain sepert penyakit jantung maupun gangguan pernafasan. Nah, bagi yang mau bikin hajatan lebih baik jangan terlalu keras ketika menggunakan Sound System karena selain dapat mengganggu pastinya juga membahayakan bagi yang memiliki penyakit jantung. 

Dikutip dari Boombastis.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel