Detik Detik Presiden Jokowi Beri Aba Aba Di Jalan Sehat Kendari Tanpa Angka 2 5 4 3 1 go



Kendari -Calon Presiden RI nomor urut 01 Joko Widodo alias Jokowi pada Sabtu, 2/3, pagi ini mengikuti jalan santai di Kendari. Rute kegiatan jalan kaki ini memutari Tugu Persatuan di kawasan MTQ kota Kendari.

b905a2e9-bea9-4fcf-bfcd-62fceb319ceb_34

Nah ada yang tak biasa saat Jokowi  memberikan aba-aba untuk melepas peserta jalan kaki yang berjumlah ribuan itu. Pantauan Tempo saat memberi aba-aba tanda dimulainya jalan santai, Jokowi melakuka dengan hitungan mundur dari angka lima. Uniknya, Jokowi melompati penyebutan angka dua saat hitung mundur ini.

Memberi Aba-aba Jalan Sehat di Kendari, Jokowi Tak Sebut Angka 2



"Dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim, jalan sehat ini kita mulai. Lima, empat, tiga, satu!" teriak Jokowi seraya mengangkat bendera dari atas panggung. Jokowi kemudian turun dari panggung dan ikut berjalan diikuti ribuan simpatisan.

Sebelum melepas peserta jalan sehat, Jokowi menyempatkan diri berjabat tangan dengan warga  yang hadir di depan panggung bagian tengah. Jokowi mengenakan kaos yang dibelinya pada Jumat, 1/3, malam di salah satu pusat perbelanjaan.

Usai jalan sehat, Jokowi  melanjutkan agenda ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada di kecamatan Sodoha Kendari Barat. Di tempat ini Jokowi akan memberikan bantuan bagi warga pemilik ultra mikro bagi 700 usahawan. 


Tidak Sebut Angka 2, Jokowi Kekanak-kanakan

 Sikap Capres petahana, Joko Widodo yang tidak menyebut angka 2 saat memberi aba-aba acara jalan sehat di Kendari, Sulawesi Tenggara merupakan buah dari ketakutan yang kekanak-kanakan.
Bagi Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM) Bin Firman Tresnadi, jika pengucapan Jokowi dilakukan dengan sengaja, maka itu merupakan perbuatan yang kekanak-kanakan.
“Jika ini sebuah kesengajaan yang dilakukan oleh Jokowi, maka ini adalah sikap kekanak-kanakan. Semua hal dikaitkan kepada pilpres. Sikap seperti ini tak pantas ditunjukan oleh seorang presiden yang memimpin 250 juta lebih rakyatnya,” tegasnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (2/3).
Sikap tersebut, kata Firman, juga menunjukkan bahwa Jokowi tidak bisa menjadi seorang tokoh pemersatu bagi bangsa ini.
“Padahal situasi sekarang ini yang dibutuhkan adalah seorang figur yang dapat menjadi pemersatu, terutama pasca perhelatan pemilu,” urainya.
Bukan hanya itu, jika memang sengaja tidak menyebut angka 2, besar kemungkinan Jokowi memiliki ketakutan luar biasa dalam menghadapi calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto di Pilpres 2019.
“Ya. Jokowi sadar dia sangat sulit sekali untuk bisa menang. Maka cara-cara tak masuk akalpun kerap kali kita saksikan,” pungkasnya.
Pada Sabtu pagi, Jokowi mengikuti acara jalan santai di Kendari. Dia berkesempatan melepas ribuan peserta jalan kaki. Saat memberi aba-aba lewat hitungan mundur dari angka lima, Jokowi melompati angka dua.

“Dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim, jalan sehat ini kita mulai. Lima, empat, tiga, satu!” teriak Jokowi sambil mengangkat bendera tanda peserta dilepas. (rmol)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel