PKS Pancasilais Gak Sih?

PKS Pancasilais Gak Sih?

[BERITA-ISLAM.COM]
 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyakini dan mengakui bahwa dasar negara kita adalah Pancasila. Bahkan PKS boleh dibilang adalah partai yang paling pancasilais. Partai yang mengamalkan sila-sila yang terdapat pada pancasila secara menyeluruh.

Mari kita buktikan dan  kupas tuntas sila demi sila dalam Pancasila  kemudian kita hubungkan dengan PKS. Apakah benar PKS itu pancasilais atau sebaliknya?

Ketuhanan Yang Maha Esa

Inti dari sila ini adalah setiap warga negara Indonesia wajib mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa. PKS adalah partai berbasis Islam.  Tetapi tidak menutup pintu bagi non muslim yang ingin bergabung. Tidak ada paksaan untuk berpindah  keyakinan. Hal ini sudah berjalan belasan tahun di Papua, Bali, Nusa Tenggara Timur dan daerah minoritas muslim lainnya. Anggota PKS non muslim bahkan bisa menjadi ketua partai tingkat kabupaten hingga menjadi anggota DPRD.

Contoh lainnya bisa dilihat ketika Ahmad Heryawan menjadi gubernur Jawa Barat. Saat ini, Anies Baswedan yang didukung PKS di Jakarta, Mahyeldi Ansharullah di Sumatera Barat dan Zulkieflimansyah di Nusa Tenggara Barat. Semuanya dapat menjadi gubernur yang mengayomi semua penganut agama yang diakui negara.

Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

Setiap kali ada musibah baik nasional maupun internasional, jiwa kemanusiaan PKS selalu tergerak untuk membantu tanpa membedakan suku, agama dan ras. Semua akan mendapatkan perhatian dari PKS tanpa pandang bulu.

Ketika terjadi kebakaran,  kebanjiran atau bencana lainnya, Anggota PKS begitu sigap langsung turun untuk membantu. Tidak bertanya dulu, apakah korban memilih PKS pada pemilu? Tidak! Pokoknya bantu.

Contoh lainnya yang terjadi di Palestina ketika melawan kebiadaban zionis Israel PKS Ikut aksi bela palestina mengecam kebiadaban Israel. Masih banyak lagi.

Persatuan Indonesia

PKS sangat menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan NKRI. Hal ini tergambar dari struktur organisasi PKS yang tidak membedakan apakah ia Jawa, Sunda, Minang, Batak, Bugis atau yang lainnya. Presiden PKS selalu berganti setiap lima tahun dan berasal dari banyak daerah dan suku berbeda.

PKS juga paling vokal ketika ada pihak-pihak yang ingin mereduksi Pancasila. PKS juga terus aktif menjaga harmonisasi bangsa dengan silaturahmi ke seluruh kalangan. Partai-partai, ormas terus didatangi dalam bingkai silaturahim kebangsaan. Ini dilakukan agar bangsa Indonesia kedepan lebih baik dan bermartabat.

Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan

Dalam setiap permasalahan dan mengambil kebijakan kebijakan PKS selalu mengedepankan musyawarah. Bagi PKS istilah musyawarah atau syuro sudah diajarkan dari tingkat Dpra (Dewan pimpinan Ranting) atau tingkat kelurahan bahkan tingkat korwe ( koordinator RW) Korte ( Koordinator RT). Semua itu merupakan pembelajaran tentang politik untuk kader kader PKS.

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kata “keadilan” tertulis di nama partai. PKS adalah Partai Keadilan Sejahtera. Cita-cita PKS adalah terwujudnya masyarakat yang adil sejahtera. Keadilan itu mudah diucapkan tetapi sulit dikerjakan. Republik Indonesia sudah berdiri 75 tahun lebih, tetapi ketidakadilan masih terjadi dan dapat kita rasakan dimana-mana. Seluruh anak bangsa, termasuk PKS didalamnya harus terus berupaya mewujudkan keadilan di bumi pertiwi ini.

“Sosial” PKS mengartikulasikan kata ini dalam bentuk aksi nyata. Berupa bakti sosial dan pelatihan-pelatihan keterampilan untuk masyarakat. Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga, Bidang Ketenagakerjaan, Bidang Tani dan Nelayan, Bidang Pengembangan Jaringan Ekonomi dan lain yang lainnya menjadi garda terdepan melakukan kerja-kerja sosial di masyarakat. Masyarakat harus berdaya agar angka kemiskinan di Indonesia bisa ditekan.

Inilah PKS. Partai Keadilan Sejahtera.
Masih meragukan kami tidak pancasilais? Segera hentikan syak wasangka. Mari bersatu padu, bersama PKS kita realisasikan lima sila Pancasila dalam kehidupan nyata. (pks)

Posting Komentar untuk "PKS Pancasilais Gak Sih?"